DARI CERITA SEBUAH PERAHU

dari cerita sebuah perahu

dimulailah dongengdongeng itu menceritakan apa yang hendak diceritakan menyembunyikan cahaya dalam selubung kabut

bacalah!

apakah kepada masa silam yang tidak pernah ada itu juga kita harus percaya?

dari cerita sebuah perahu

lalu didirikan singgasanasinggasana penuh racun yang menyebarkan lupa menatap replikareplika wajahwajah hasil renungan tanpa arah tanpa kendali tanpa batas tanpa dasar tanpa sadar

bacalah!

tidakkah kau dengar suara genta emas yang berkilau dari kuilkuil para pemuja yang membakar perang menyulut duka menimbun busuk menggerus sampai habis pandangan mata yang memang tidak pernah melihat dengan jelas

dari cerita sebuah perahu

lihatlah satu demi satu sedikit ke belakang lalu jauh ke depan lihatlah dari segala penjuru dari segala titik dari segala sudut lihatlah satu demi satu

bacalah!

dalam nama yang tidak bernama

                            

BUMIHANGUSKANSEJARAH

                                        for the famous unknown masters and lords

kami bumihanguskan sejarah sekarang

menghapus namanama yang telah dituliskan

kami bumihanguskan sejarah sekarang

masa depan adalah masa lalu adalah sekarang

kami bumihanguskan sejarah sekarang

menghilangkan petunjuk menghilangkan tandatanda

kami bumihanguskan sejarah sekarang

mengupas tiraitirai menyingkap lapislapis selubung

kami bumihanguskan sejarah sekarang

kelahiran anakanak cahaya

Syahadat Cahaya

kusebutkan syahadat cahaya

mengangkat saksi atas mata segala mata

mengangkat saksi atas awal segala akhir

mengangkat saksi atas hidup segala hidup

kusebutkan syahadat cahaya

yang terbungkus terbukalah hendaknya

yang terbentang semoga terbaca

yang mencari sampailah kidungnya

yang redup bersinarlah kilaunya

MEDITASISEMESTA

O, engkau yang meraung dan lima kekuatan di belakang segala

aku persembahkan segala wewangian segala bunga

aku tunduk pada mata yang bercahaya dan gemerlap di sekelilingnya

aku persembahkan segala wewangian segala bunga

aku tunduk pada para penjaga arah penjaga penjuru

aku persembahkan segala wewangian segala bunga

aku tunduk pada yang maha gelap dan terang di belakangnya

aku persembahkan segala wewangian segala bunga

aku tunduk pada pengetahuan di kiriku

aku tunduk pada pemberi pengetahuan dikananku

aku tunduk pada sumber pengetahuan di pusat segalaku

aku tunduk pada yang maha mengetahui

dalam namamu yang asing

dalam namamu yang perkasa

dalam namamu yang maha gelap

O, engkau yang meraung

menjelma

menjelma

menjelma!!