Kami Akan Hidup Selamanya
kami akan hidup selamanya
karena kami telah lama berhenti menyesal
dan kami tidak lagi berharap
.
kotak pandora tidak menjanjikan apa-apa
.
kami akan hidup selamanya
dan merayakan hidup
selamanya
.
.
kami akan hidup selamanya
karena kami telah lama berhenti menyesal
dan kami tidak lagi berharap
.
kotak pandora tidak menjanjikan apa-apa
.
kami akan hidup selamanya
dan merayakan hidup
selamanya
.
.
sang ular yang berbisik pada Hawa itu adalah
kehendak Semesta
, pengetahuan,
.
lalu mereka keluar, ke arah timur
.setelah mengetahui.
apakah hidup apakah manusia apakah semesta
apakah waktu apakah cahaya apakah sang mata
apakah nama
apakah apa
.
lalu mereka keluar, ke arah timur
setelah Hawa mengetahui,
Adam menjalankan
ke timur mereka, ke negeri asalmula
.
sang ular yang berbisik pada Hawa itu adalah
kehendak Semesta
, pengetahuan,
.
begitulah penyatuan yang dijanjikan
.
sang ular masih bersama mereka
membisikkan yang belum mereka ketahui
membisikkan yang harus mereka ketahui
maka dengarkanlah dia
, kehendak Semesta,
.
begitulah yang dijadikan
.
.
6/2/2007
.
.
‘Seekor burung boleh saja jatuh cinta pada seekor ikan, tapi dimana mereka akan membuat sarang?’ Quote yang sama persis ada (setidaknya) dalam dua film, Fiddler on The Roof dan Ever After ( a Cinderella Story), entah mengutip dari mana, entah siapa yang pertama kali menyebut pertanyaan itu tak jadi soal. ‘Seekor burung boleh saja jatuh cinta pada seekor ikan, tapi dimana mereka akan membuat sarang?’, mungkin sesederhana itu pertanyaannya dan sesederhana itu permasalahannya, seperti sederhananya kehendak Adam (atau Hawa) atas diri dan pemikirannya yang ditulis orang-orang terdahulu dalam buku-buku yang diturunkan agama-agama semit, yang membuat mereka berdua keluar dari Eden lalu pergi ke arah timur. Menyemai sebuah cerita panjang berliku penuh kebohongan bahkan tentang dirinya sendiri.
.
Perbedaan, hal yang membuat hidup di atas bumi menjadi berwarna. Kalau gelap tidak bisa dibedakan dengan terang, kalau merah tidak dapat dibedakan dengan biru, atau rasa manis apel tidak berbeda dengan mangga, betapa akan tidak hidupnya hidup. Perbedaan yang membuat segalanya mungkin diidentifikasi, dikenali, dikelompokkan, perbedaan dan pembeda memungkinkan kita mencari kesamaan-kesamaan lalu mulai membeda-bedakan, perbedaan dan pembeda menjadi penanda. Hidup menjadi hidup karena beda, perbedaan dan pembeda.
.
Babel runtuh karena perbedaan, beda dan pembeda. Lalu terpecah-pecahlah kita menyebar atas kehendak sang semesta, sebagian memilih untuk meneruskan kehendak Adam atas Hawa atau Hawa atas Adam, memberhalai dongeng-dongeng kuno tentang negeri tanpa waktu tanpa batas wilayah, menyembah pendar-pendar kecil semesta, sebagian lagi bersembunyi dalam kegelapan agar dapat melihat cahaya terang sang semesta dan membangun kembali Babel agung dengan mengikat segala beda, pembeda dan perbedaan seperti yang tersembunyi dan terungkap lewat tirai agung matematika semesta.
.
Burung dengan pembeda yang dimilikinya tidak akan bersarang bersama ikan. Sekuat apapun keduanya berusaha, sang semesta tidak mengizinkan hal seperti itu. Maka burung dengan bangsanya tetap mengangkasa, ikan dan bangsanya selamanya menyelam dan mengarungi air, entah bagi mereka yang mengimani The Origin Of Species, ikan suatu saat akan berjalan di muka bumi lalu menyandang nama Adam.
.
Lalu siapakah yang akan berjalan tegak di muka bumi, melayang terbang di angkasa dan mengarungi air? Siapakah yang mengemban tugas mulia dari sang semesta untuk mengenali pembeda, beda dan perbedaan yang dia ciptakan, lalu mengembalikan bumi menjadi suatu ikatan mulia dari segala pembeda, beda dan perbedaan di bawah satu menara agung yang diterangi cahaya semesta? Kita! Penguasa-penguasa diri sendiri yang mampu menerjemahkan sang semesta dan cahayanya yang mulia.
.
Dengan pembeda, beda dan perbedaan yang kita miliki, kita mengenali misteri sang semesta dan mewujudkan keinginannya. Hail!
.
.
Gloria Atlantica,
.
Gema Mawardi
dan akhir yang kita cari adalah awal yang hilang
entah kau entah aku entah waktu entah apa entah
yang datang pergi yang ada hilang yang esok lalu
kita menetap, sembari perlahan saling menjauh
saling melihat tapi tidak saling kenal
tak lagi saling kenal, kau dan aku
dan kita akan bersentuhan
ujung jarimu pada
ujung jariku
, hatimu,
entah
, mimpiku,
sehitam malam
dan kau dan aku di sini
tak lagi saling kenal, kau dan aku
perlahan-lahan tapi masih terlalu tiba-tiba
dan akhir yang kita cari adalah awal yang hilang
kita telah makin asing, kau dan aku, makin terasing
entah kau entah aku entah waktu entah apa entah
nov.06
Recent Comments