« May 2007 | Main | September 2007 »

CERITA SERIGALA

seekor anak serigala sesat di tepi rimba

pagi tadi peluru seorang pemburu

telah menembus kepala ibunya

bersama kalut dan sedih yang menggila

berlarilah si anak serigala

 

ketika merah matahari jatuh di ujung

padang

bertemu dia dengan sekawanan domba

ah, betapa bahagia

anak-anak domba di bawah mata ibunya

berebut susu yang seperti tak ada habisnya

 

dengan mata basah, dia mendekat takut-takut

“ibu, berilah aku air susumu.”

ibu domba tertegun melihatnya

serigala kecil merebut ibanya

maka disusuilah si anak serigala

 

sejak senja jatuh di ujung

padang

ikutlah si anak serigala dalam kawanan domba

bermain dia, melompat dalam kawanan

berlari berlonjakan

dan berlabuh lelap ketika gelap

penuh dia dengan cinta

dari sang ibu dan anak-anak domba

 

hari-hari si anak serigala

selamanya adalah bermain, melompat

berlari berlonjakan

dalam keriangan cinta

 

tetapi sampai suatu malam,

ketika purnama bertahta

sebuah nyanyian merayap ke telinga si anak serigala

lagu yang dibawa angin dari gunung

itulah lolongan kawan sedarahnya

,lagu kawanan serigala,

maka serigala adalah serigala

 

beranjak dia dari tepi

padang

berlari menjauh dari cinta

mencari kawanan dari mana dia bermula

berlari menjauh dari cinta

cinta yang telah dia sesap

cinta yang mengalir dalam darahnya

karena serigala adalah serigala

 

waktu sabit bulan membungkuk ke punggung malam

sampailah si anak serigala pada dunianya semula

dunia tempat di mana dia berasal

dunia tempat di mana dia semestinya

 

dan setiap purnama bertahta

ikut dia berpesta dalam hingar bingar lolongan panjang

kembali dia bernyanyi

lolongan yang hampir dia lupa

lagu malam untuk rembulan

kembali dia sebagai sebenarnya serigala

 

musim lewat, musim datang

panas datang, hujanpun jatuh

si anak serigala tumbuh perkasa

maka serigala adalah serigala

 

dalam kawanan itu

cakar dan taringnyalah yang paling ditakuti

dalam setiap petualangan

arahnyalah yang mereka ikuti

 

tapi ketika saatnya tiba seekor serigala mesti sendiri

lepas pergi dari kawanan

menapak nasib mengejar hidup,

sendiri

 

perjalanan membawa sang serigala

mangantarnya ke hutan-hutan,

menempuhi banyak

padang,

dan setiap purnama

berlarilah dia segera ke tempat-tempat tinggi

melakukan ritualnya sebagai serigala

menyanyikan lolongan kepada bulan

 

pada suatu malam di musim kering

bulan tidak nampak di muka langit

dalam kesunyiannya yang begitu asing


 

tiba-tiba teringat sang serigala

pada kawanan di

padang

rumput

tiba-tiba terasa betapa sendirinya dia kini

betapa sepi lagu-lagunya

 

teringat sang serigala

pada kawanan domba tempat dia bermain dulu

teringat pada air susu yang pernah menghidupinya

terbit rindu pada matanya

terbit rindu yang tak tertahan

 

karena rindu adalah haus

maka berlarilah dia menuruni bukit

menembus rimba-rimba

mencari di tepi padang-padang

mengikuti hembusan angin

mengikuti desakan rindu

 

setelah banyak purnama

setelah mengarungi lembah, bukit, menembusi rimba-rimba

bertemulah akhirnya dia dengan kawanan itu

domba-domba kawan susuannya dulu

 

di ujung

padang

ketika senja jatuh

dilihatnya kawanan itu

kedamaian yang dia cari-cari

kerinduan dari segala kerinduan

 

bergegas empat kakinya berderap

terasa cinta sampai ke pelupuk mata

hatinya berdentam tegap mantap

perjalanan akhirnya berujung juga

 

tapi ketika sang serigala menampakkan diri

kawanan itu segera pula menjauh

beranjak menghindarinya

menjauh sambil menatap penuh curiga

 

sang serigala kembali mendekat

menguik lembut penuh cinta

memohon agar dapat dipercaya

 

tapi dia adalah serigala

tak ada satupun mata yang tak curiga

tak ada satupun yang menerima

karena serigala adalah serigala


betapapun dia ingin kembali

begitu rindu dia pada kedamaian

sebuah hidup yang pernah dia tinggalkan

 

tapi serigala adalah serigala

harusnya berlari sendiri saja

kawanan domba tetap menolaknya

menatap dengan benci

menuduh dan curiga

 

dan begitulah,

rindupun tergantikan

kebencian memaksanya untuk menjadi serigala

dan serigala adalah serigala

 

senja jatuh di ujung

padang

berjalan sang serigala kembali ke bukit

kepalanya menunduk ekornya layu

 

ada darah di taringnya

karena serigala adalah serigala

 

 

Depok, 2004

                            

24

24

ADA YANG TIDAK SEMPAT DIUCAPKAN

ada yang tidak sempat diucapkan mata

ketika angin menghembus daunan jatuh dari ranting

ada yang tidak sempat disampaikan ujung-ujung jari

ketika gerisik senja tiba-tiba karam di kejauhan

ada yang tidak sempat singgah di percakapan

ketika denting gelas menghanyutkan lamunan